Showing posts with label Resensi Buku. Show all posts
Showing posts with label Resensi Buku. Show all posts

Monday, 29 September 2014

Panggil Aku Kartini Saja (2)


“Bagaimana aku lewatkan masa itu aku tak tahu,”katanya, “yang aku ketahui hanyalah bahwa masa itu mengerikan”.

Banyak curahan hati Kartini yang tertuang di goresan-goresan surat yang ditulis untuk Stella. Salah satunya adalah kisahnya saat Kartini mulai  kehidupan barunya sebagai gadis remaja yang tumbuh dewasa. Kehidupan ningrat dan jawa mengharuskan dirinya seperti hidup di sangkar namun bukan emas. Dipingit!! Kenapa bukan sangkar emas, karena nggak bisa twitteran hehehe. Kartini yang gila ilmu tidak mau kalah dari abang-abangnya yang bisa bersekolah tinggi sampai ke Eropa, sedangkan ia hanya bisa terkurung di antara empat tembok besar dan tentunya tembok-tembok inilah yang akan menjadi dunianya saat itu. 

Tahun 1892, sedikit demi sedikit Kartini memperoleh kebebasannya, Kartini mulai sering terlibat dan menghadiri berbagai kegiatan social. Kehidupannya bukan lagi empat tembok besar tapi dunia nyata yang bersentuhan dengan kehidupan masyarakat pribumi lainnya. Salah satu aktivitas Kartini adalah menghadiri asosiasi antara pembebasan dan pentahbisan gereja umat Nasrani. Dari sinilah Kartini mulai menghargai agama Nasrani. 

Wednesday, 23 April 2014

Buku Panggil Aku Kartini Saja (1)



Judul      : Panggil Aku Kartini Saja
Penulis   : Pramoedya Ananta Toer
Penerbit : Lentera Dipantara
Tebal     : 304 hlm
ISBN    : 9799731211

Di pelajaran sekolah dulu, saya mengenal Kartini hanya sebagai tokoh wanita Indonesia dengan semangat emansipasi wanitanya. Selain itu juga Kartini ini dikenal sebagai Siti Nurbayanya Jawa karena harus kawin paksa. Dan Kartini dikenang setiap tanggal 21 April yang tidak lain adalah hari kelahirannya. Entah saya yang memang tidur waktu pelajaran IPS / sejarah wekeke atau memang hanya sebatas itu-itu saja sosok kartini di mata generasi muda. Sayang sekali sosok Kartini lebih banyak dikenang hanya dengan lomba modeling, memasak dan sebagainya. Kartini dikenang hanya sebatas dari pakaiannya, kebaya. Sepertinya sih lebih dikenal kebaya daripada Kartininya. Jangan-jangan 5 tahun mendatang, Kartini akan lebih dikenang sebagai wanita jawa yang memakai kebaya. Huks. But Well she is a woman seldom and make history.

Monday, 26 November 2012

Review Perjalanan Rasa

apa ya artinya Sub Sole Nihil Novum ?

:)

Ini satu - satunya buku karangan Fahd Djibran yang saya miliki dan satu - satunya buku yang bertanda tangan penulisnya :D. Perjalanan Rasa, pertama mendengar deretan huruf tersebut, saya langsung berfikir ah tumben Fahd Djibran mengusung tema perasaan yang notabene dalam pikiran saya merujuk pada sebuah kisah percintaan belaka. Kebetulan yang beruntung saya ini gemar membaca posting - posting beliau di fahdisme.com , jadi rada aneh ketika mengetahui kalau beliau akan menerbitkan buku ini (perjalanan rasa -red). Tapi justru itu yang membuat saya semakin penasaran untuk mengetahuinya tentu saja saya tak bisa bertanya pada beliau secara langsung, tapi saya langsung pesan di penerbitnya, agak ragu memang awalnya, apalagi ketika proses pengirimannya sekitar 2 minggu. semakin dag dig dug deh pokoknya. Dan wallaaaaaa, finally dateng juga tepat hari rabu 21 nop.
  
Dengan tebal halaman sekitar 203 halaman, cover berwarna merah maroon, yang diilustrasikan, ada seorang gadis berdiri di hamparan padang pasir dengan jejak kaki yang masih mengecap di tanah, kurasa ini yang dimaksudkan adalah kenangan masa lalu yang boleh ditengok sesekali untuk menegaskan pada diri sendiri dan membanggakan diri dengan perubahan yang sudah dilakukan. Gadis tersebut mengenakan dress berwarna senada dengan cover buku merah maroon, ouh ya, saya tau alasannya, karena merah adalah lambang keberanian dan perasaan yang mendalam seperti halnya bunga mawar kan. Ia menatap jauh, jauh kedepan, melihat harapan yang bercarut marut dengan kesenjaan langit. 

Oh ternyata salah ! buku ini merupakan suatu paket perjalanan sebuah rasa yang amat sering dilalui oleh manusia. Tour perjalanan yang lengkap, saat membacanya, saya seperti seorang guide untuk diri saya sendiri, Ibu saya rindu. oh begitu ya ? oh jadi mungkin ini yang saya rasakan ! Hah, saya alien?!! Aku kesepian, Iya aku baik - baik saja kok ! Duh udah saatnya move on nih. berbagai kalimat silih berganti bermunculan di otak saya, setelah merampungkan tour perjalanan rasa yang tiada duanya. kemampuan Fahd Djibran untuk melihat suatu problema ataupun pemikiran dari sudut pandang yang berbeda, itulah yang membuat saya kagum terhadap pemikiran dan karyanya. 

Dan akupun selalu berdo'a semoga Tuhan mendekatkan semua rahasia perasaan pada jawabannya
Ada yang Ku tunda ialah Kebahagiaan 
Ada yang Ku nyalakan ialah Harapan
Ada yang Ku tunggu ialah Kesabaran

: Tuhan aku tetap bersamaMu
dan baik - baik saja :)


Tuesday, 24 January 2012

Resensi Takbir Cinta Zahrana

Ini resensi dari novel Takbir Cinta Zahrana yang aku tulis di shvoong juga
novel ini aku dapat saat iseng - iseng browsing, kemudian dapat dari web ini : http://www.rajaebookgratis.com/ 
semoga bermanfaat ya :)
Habiburrahman El Shirazy selalu membuat karya apik yang menyentuh hati, kali ini novel yang berjudul Takbir Cinta Zahrana yang merupakan novel pembangun jiwa. Sebuah novel yang menjawab kegelisahan para wanita yang mungkin sedang bertanya-tanya 'dimana jodohku ?', 'dimana imamku?', 'sampai kapan aku harus menunggu?' dan banyak pertanyaan-pertanyaan yang seringkali muncul di benak wanita, yang sudah cukup usia menurut agama untuk segera melaksanakan kewajiban agama.

Resensi Keluarga Perempuan Rasulullah

Ini adalah kesekian kali aku membuat resensi di shvoong, resensi dari buku yang berjudul "Keluarga Perempuan Rasulullah"

Keluarga Perempuan Rasulullah merupakan karya yang apik dan best seller di kairo. bercerita mengenai kisah para wanita mulia di sekeliling Rasulullah SAW dari Ibunda Rasul, Perawat Rasul, Para Istri Rasul hingga Putri - putri Rasulullah.

Mengangkat tema kehidupan Rasul dari sisi yang berbeda namun tetap dengan kesantunan dan nasehat yang bermanfaat. Diceritakan bagaimana Rasul lahir dari seorang rahim wanita suci Siti Aminah dengan susah payah dan perjalanan hidup rasul dengan ibu asuh nya Halimah al-Sa'diyah.

Selain itu juga, kisah percintaan Rasul bersama para istrinya yang sangat menarik untuk disimak, keromantisan Rasul terhadap istri - istrinya, kasih sayang Beliau terhadap putri - putrinya sungguh menyentuh hati.

Related Posts

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...