Showing posts with label sepi. Show all posts
Showing posts with label sepi. Show all posts

Monday, 22 October 2012

Everyone afraid to be alone

Siapa yang berani tinggal sendiri di pulau terpencil di wilayah terluar Indonesia ? Tak ada teman bicara, teman hidup, teman tersenyum ? Yah itu hanya perumpamaan. Kesendirian mungkin bagi sebagian orang merupakan momok atau malah menjadi hal yang wajar saja. Menjadi sendiri bukan lah sebuah pilihan, itu hanyalah sebuah latihan untuk beradaptasi dengan waktu yang kadangkala mengharuskan kita menyelesaikan semua sendiri. Menjadi independen bukanlah sebuah dosa, hanya saja jika kita memilih untuk -menyendiri- barulah itu sebuah dosa, yang menyalahi kodrat Ilahi.

Sudah tertulis dengan jelas bahwa Manusia diciptakan berpasangan artinya tak hanya antara Hawa dan Adam melainkan berpasangan dengan orang sekitar kita, kalau dalam ilmu sosiologi disebut Makhluk Sosial. Tak selamanya kesendirian itu menyeramkan, bahkan terkadang perlu untuk sendiri supaya mampu melihat batas benar dan salah. Dengan kesendirian akan memberi ruang jeda untuk berfikir lebih jernih, seringkali dalam kesendirian itu akan muncul evaluasi terhadap diri masing - masing. 
Siapa aku ? Apakah aku di masa depan ? Apa saja kesalahanku ? Kemana mereka yang kusayangi ? Kenapa pergi ?
Pertanyaan demi pertanyaan akan mengevaluasi dan sedikit banyak memberi pemahaman terhadap diri sendiri. Bahkan jika ingin merasakan secuil kematian menyendirilah, karena pada dasarnya mati itu sendiri, dosa yang ditanggung pun akan dipertanggungjawabkan sendiri, amal dan perbuatan. Untuk siapa ? kalau bukan untuk menyelematkan diri sendiri. Saat masih bocah, kita akan takut jika ditinggal di toilet sendirian, saat beranjak remaja kita akan memimpikan memiliki teman bersandar yang disebut sahabat supaya kita tidak merasa kesepian (sendiri), kebenaran akan suatu hal yang awalnya dianggap mimpi akan tersingkap dan terbukti apakah itu hanya mimpi, harapan atau kenyataan saat kita merenung dalam hening sunyi sendiri. 

Kesendirian kita terkadang kita habiskan untuk menyenangkan jiwa yang tertinggal ini, dan melupakan sakit yang tela habis, tapi bagaimana sakit dimasa depan sana, apakah kita terlalu sanggup menerimanya? Jika bicara kesenangan itu, ia hanya sejenak, semua kita paham apa itu sejenak. Lalu apalagi, yang datang hanya kesendirian dan kesendirian, yang sering kita lupakan, ditengah luapan kebersamaan zaman.

Tapi seringkali kensendirian itu menakutkan, siapa yang bangga jika sendiri, kurasa orang itu sudah diatas normal. Ruang kelam itu harus diisi dengan keceriaan dan kemewahan hati dari orang sekitar. Orang tua, teman kantor, teman sekolah, bahkan musuh mampu menghunus kesendirian itu. Ah musuh, tidak tak ada musuh yang ada hanyalah teman yang belum kukenal baik ataupu belum mengenalku baik. 

Lalu ?
Lalu jangan coba untuk terus masuk ke jurang gelap itu sendiri, masih ada matahari yang bersinar esok, aku tidak ingin memikirkan sepi ku hari ini. Tak ada salahnya sendiri sebentar, untuk memberi ruang bernafas. Tapi tetap saja aku menyadari sekali lagi, ya sepi sendiri itu menakutkan sangat menakutkan 


Thursday, 21 June 2012

setiap orang takut sendirian

Sendiri itu gak enak banget, makanya bingung ada lagu i'm single n very happy, happy darimana cobak ?
Entah deh beberapa hari ini, beberapa hari yang lalu, dan sekarang juga rasanya aku seperti hidup dalam bejana yg gak ada airnya kering banget (agak lebay kayaknya). Kadang ingin sms ke siapa atau kasih tau siapa gitu saat aku sedang dalam masa yang tidak baik seperti saat ini.  Ketika ada undangan pasti aku datang sendiri dan mencari teman perempuan untuk ku ajak. Terlepas dari itu masihkah aku belum siap untuk menerima cinta dan mencintai dari salah satu adam Mu Allah ? kalau memang iya mohon beri kesiapan saya segera Amiin :)
Everyone afraid to be alone

Ketika ada dibawah dan tidak ada yang menarik dan mengulurkan tangan padaku untuk naik keatas, itu adalah hal tersulit yang aku salami sampai saat ini. Sebenarnya cukup katakan semangat padaku itu saja akan  melepaskan kepenatan di otak, tapi itu adalah hal yang belum terjadi sampai saat ini. Aku tidak ingin jadi terbiasa untuk sendiri dan menyemangati diri sendiri, sungguh suatu yang tidak mau aku lakukan untuk selamanya.


Aku bersyukur Allah karena sudah diberikan keluarga yang mendukung dan suayang banget padaku, tapi aku akan lebih bersyukur jika Engkau mengirimkan penenang hidupku. Masih tetap dalam penantian panjang semoga berujung dengan kebaikan dunia dan akhirat Amin ^^

Related Posts

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...