Showing posts with label wisata. Show all posts
Showing posts with label wisata. Show all posts

Wednesday, 3 April 2013

Wisata Ziarah "Makam" Gunung Kawi

Akhirnya ada kesempatan melanjutkan cerita wisata ziarah ku 2 bulan yang lalu :D hehe. mumpung kerjaan lagi longgar, sambil nunggu waktu pulang :p
Singkat aja ya, ini ingatanku sempit jadi sepertinya banyak yang sudah mengelupas. Setelah saya mengunjungi Masjid Pintu Seribu tujuan yang kedua adalah Makam Gunung Kawi. Ini saya yang memang tidak tahu mana - mana atau tempat ini memang terkenal dan saya yang katrok #krik. Awalnya kupikir "Gunung Kawi" itu ya seperti gunung - gunung lainnya, ekspetasi awal seperti pemandangan, hijau, udara segar, rerumputan, pepohonan. Tapi setelah sampai sana *glodak* ternyata itu adalah sebuah tempat wisata religi "PEMAKAMAN" #krikLagi. Anehnya saya dengan bangganya update status BBM @/Gunung Kawi wkwkwk langsung banyak BBM masuk katanya aku lagi cari pesugihan disana. LOL ! ya akhirnya ku bilang lagi cari jodoh nih #krik-krik.

Perjalanan kesana terbilang ekstrim karena dengan bodi Bis Pariwisata yang segede itu harus naik jalan menanjak dengan lebar jalan yang sempit. Walhasil perjalanan menuju kesana membutuhkan waktu lama banget sekitar 2-3 jam.

Dan ada apa disana ????? Karena pas sampai sana angan - angan pemandangan bagus terhapus sama suasana mistis. Jadi saya males banget keliling atau cari tau itu makam siapa. Yang jelas disana makam yang aneh. Karena kan berbau mistis islam, tapi di depan gapura makam malah ada klenteng *aneh Kan !*

Ini penampakan Klentengnya
Karena ada klenteng apalagi hari itu bertepatan dengan hari raya Imlek, jadinya ga cuma kaum berkerudung atau pun para kyai / ulama yang berada disana, namun juga ada beberapa warga Tionghoa. Makam tersebut berada di tengah dengan dikelilingi jalan melingkar. Terdapat musholla disamping makam.

Pas saya duduk duduk di musholla saya menemui beberap ritual mistik disana, yang pertama ada beberapa orang yang mengambil air (mungkin maksudnya air suci) dengan beberapa jirigen. Kemudian ada satu keluarga yang saya hitung sepertinya sebanyak 7 kali mengelilingi makam dan disetiap pintu masuk menuju makam mereka berdo'a dengan kuhsyuknya. Aduh ini tempat apa pikirku, uda serem dan kok jadi tempat ajang syirik gini sih. Astaghfirullah. Tapi InsyaAllah niat ku dan rombongan kesana hanyalah untuk berwisata serta mendo'akan leluhur dan para ulama yang telah mendahului. Toh saya dan rombongan dipandu oleh pak Kyai yang Jos Gandoooz :D



sebenernya sih masih mau cerita lagi, ehehe tapi karena lagi - lagi ingatan ini sudah mengendap terlalu lama di otak. Ya gitu deh ada yang sedikit lupa. Daripada entar nerusin cerita tapi ngawur :|. eh tapi setelah dari sini tujuan akhirnya ke Makam Bung Karno di Blitar, cuma karena pas itu udah larut banget, badan capek dan bau kecut :D jadinya disana ga bisa lihat apa-apa, rombongan hanya ke makam Bung Karno dan menggelar tahlilan disana. Huhu nyesel banget yee maklum kan rombongan terdiri dari ibu - ibu dan anak - anak lama banget ngordinirnya. Tapi ini sesuatu yang beda, lain kali mau nyoba ah wisata bareng manula atau bareng anak TK (<-- kalo yang ini nunggu jadi ibu aja yaa ^_^) atau wisata bareng orang - orang ga dikenal. hmm Liat aja nanti, tapi yang jelas sampai sekarang belum keturutan ya wisata ke gunung alias hiking. -__-" huh !.
Uda ah, mau pulang kerja nih. See yaaaa *\^_^/* Muah



Monday, 11 March 2013

Masjid Pintu Seribu Turen Malang

Hehe rasanya belum lega atau ada yang ganjel kalau belum nulis disini dan upload pict tempat - tempat yang kukunjungi, rasanya ada hutang. Bulan lalu saya menyempatkan ikut ibu saya untuk wisata ziarah, selain ingin mencicipi rasa berwisata dengan ziarah (religi). Bareng rombongan Bis dan aku cewe remaja sendiri lainnya uda sepuh - sepuh atopun masih anak anak. But over all seneng juga, hal baru lah untuk ku selain mendapat ceramah gratis dan ilmu agama dari Pak Kyai. Tempat pertama yang dikunjungi adalah Masjid Pintu Seribu Turen Malang. Masjid dengan arsitektur unik ini dibuat pada tahun XXX (alias saya gak tau :D sibuk kagum sama sibuk foto sih (´⌣`ʃƪ) :p ) Seingatku kurang lebih 2 jam perjalanan dari sidoarjo ke tempat ini, jauh boookkk --". Daaann *drum roll* sampe juga setelah ketiduran, kelaparan, kekenyangan di dalam bis. Nih aku kasih pict nya ya biar pada mupeng ahaha ^_^
Masjid Pintu Seribu Turen

Penampakan masjid dari depan, my mom
Sebenarnya masjid ini adalah Pondok Pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah. Nama yang cukup panjang yang mempunyai makna Laut Madu atau, "Fadilah Rohmat" (Segarane, Segara, Madune, Fadhole Rohmat-terjemahan Bahasa Jawa). Arsitek dari pembangunan ponpes ini bukanlah seseorang yang belajar dari ilmu arsitektur perguruan tinggi, melainkan hasil dari istikharah pemilik pondok, KH Achmad Bahru Mafdloludin Sholeh. Karenanya, bentuknya menjadi sangat unik, seperti perpaduan timur tengah, china dan modern. Untuk pembangunannya pun tidak menggunakan alat-alat berat dan modern seperti halnya untuk membangun gedung bertingkat. Semuanya dikerjakan oleh para santri yang berjumlah 250 orang dan beberapa penduduk di sekitar pondok. (Sedikit ngutip dari sini )
Disini Harus lepas Sandal, nah biar sandal/sepatu gak hilang harus siap tas kresek. Atau kalau mau beli tas kresek di pintu masuk banyak yang jual kok, cuma 500 rupiah doang.
 

Arsitekturnya itu lo Subhanallah  (‾ʃƪ‾)


 Yang dibawah ini potret dalem masjidnya. Luas banget, lha wong pas saya kesana bersama rombongan kami lihat ada sekitar 3-4 mobil yang parkir di dalemnya, mungkin itu mobil pengurus masjid ini. Konon masjid / pondok pesantren ini sudah mencapai 10 tingkat dan waktu saya kesana pembangunan masih terus dilakukan. Nah foto yang dibawah ini (kiri) masih lantai 1 yang kanan tampak langit itu lantai paling atas (lantai 10 mungkin ) Ga ngitung jumlah lantainya, capek naiknya :D
Subhanallah. Maha Suci Allah
 Pict yang ini (Kiri) adalah Ruang makan para santri, tertulis di dindingnya kalau dilarang rame. Sssstt. Foto yang tengah adalah ruang Keluarga bagi para santri sekitar lantai 6. Nah bingung kan foto yang paling kanan itu kok kebun ??. Saya pas pertama kali lihat juga bingung, diatas masjid ini ada sebidang kebun yang ditanami berbagai tumbuhan. Mungkin maksudnya adalah sebagai lahan untuk santri ber-ketrampilan tanam menanam.

  

Didalam masjid ini sebenarnya juga ada kolam, seingat saya sih ada dilantai 3 / lantai 4. Lebih kagetnya lagi, di lantai atas sekitar lantai 7-8 banyak penjual pernak pernik, aksesoris kerudung, cincin, gelang, makanan berbau timur tengah, sampai mainan anak - anak. *mikir ini masjid kok lengkap banget. 

Di depan masjid ada pasar buahnya
Ada pengalaman lucu pas disini, kan pengunjung bejubel ya,, Nah saya dan ibu saya ilang di sekitar di lantai 7. Alhasil kami mencari cari rombongan yang pakaiannya sama kayak pengunjung lain, pake pakaian muslimah, untunglah kami bertemu Pak Kyai Ketua rombongan kami yang ternyata juga kepisah dari rombongan(‾_‾"٥). 

Oh ya menurut saya kenapa disebut Masjid Pintu Seribu ???
Ya Karena pintunya banyak banget, kami aja sampe terpisah dari rombongan. Mungkin masjid ini bisa juga disebut Masjid Seribu Tangga.. hehe


Kalau masih penasaran sama sejarah, asal usul, arsitektur, dan tujuan dari pendirian masjid Pintu Seribu ini bisa langsung cuss baca disini Wikipedia tentang masjid Pintu Seribu loh. Ada banyak hal yang bikin tempat ini menarik, bangunannya yang unik dengan arsitekturnya yang duh Subhanallah bagus banget, lantainya dari marmer, dan didalamnya suasana sejuk banget nget nget. Wajib kesini pokonya, menambah keimanan dan kekaguman terhadap Allah Subhanallahu Wa Ta'ala, serta memperkaya ilmu tentang Islam, gratis kok masuknya cuma bayar parkir aja + transport kesana :)




Wednesday, 26 December 2012

Menelusuri Jejak Peninggalan Majapahit

Seperti biasanya kalau ada libur panjang, kami sekeluarga selalu menyempatkan diri untuk mudik ke maospati, magetan. Saya skip ya cerita mudiknya, hehe langsung cerita perjalanan pulang kembali ke sidoarjo. Dari awal kami memang niat kalau dalam perjalanan pulang nantinya akan mampir ke situs – situs sejarah majapahit di trowulan, Mojokerto. Sekitar 3 jam perjalanan dari Madiun ke Mojokerto, cukup lancar mengingat hari itu adalah hari libur panjang.
Cukup mudah untuk menuju ke komplek situs sejarah Kerajaan Majapahit, sekitar 7 km sebelum mojoagung. Tujuan pertama kami ke museum baru trowulan yang berisi arca – arca serta miniature candi yang berkaitan dengan kerajaan Majapahit, seperti candi jawi, candi singosari. Museum ini berada di jalur bis Surabaya – jombang, kiri jalan kalau dari Surabaya atau kanan jalan kalau dari jombang, sedikit masuk sekitar 200 meter, di sepanjang jalan 200 meter ini kita akan langsung menjumpai kolam luas yang konon katanya dulu adalah pemandian kendedes dan sekarang sudah menjadi tempat pemancingan sepertinya. Untuk masuk ke museum tidak perlu bayar, cukup laporan (tulis nama, alamat, ttd) dan bayar uang sukarela, ini yang saya suka wisata dengan tiket sukarela hehe ~(‾▿‾~) ~(‾▿‾)~ (~‾▿‾)~

Bangunan Utama
Abaikan bayangan gaib warna orens nyaa (๑_๑)
Diatas adalah situs pemukiman masyarakat majapahit jaman dulu kala. Ga bayangin rumahnya dulu hanya sepetak. Top ! Dan bisa dilihat kalau masyarakat majapahit sudah mengenal konstruksi bata merah di jaman yang kesekian tahun.
Ini adalah arca dari tokoh pewayanan Bima
Di dalam museum ini yang terdapat kumpulan arca sebenarnya dilarang memotret, jadi foto yang ada arca – arca nya saya share sedikit saja ya, takut disalah gunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab :D. Dan maaf untuk pihak museum saya sudah mencuri mengambil foto.

Diatas menjelaskan tentang kesenian kerajaan majapahit pada masanya. Sedikit saya jelaskan apa isi dari tulisan di sisi kiri. Pada masa majapahit, sudah dikenal berbagai macam kesenian, arca-arca, sastra kidung, pertunjukkan wayang dan seni tari, dengan berbagai tujuan untuk social (perhiasan/dagang) serta yang bersifat sacral/religi. Pada masa ini seniman terbagi menjadi dua kelompok, Seniman kerajaan (saki dalem) merupakan seniman terpilih yang menghasilkan karya yang berkualitas dan seniman luar kerajaan (saki yawi) merupakan seniman yang tinggal di desa – desa.
Sisi kanan adalah penjelasan tentang Terakota, terakota merupakan salah satu kerajinan zaman majapahit yang cukup terkenal. Hasil seni terakota ini memiliki beraneka ragam bentuk seperti arca, celengan, vas bunga. 

Selain itu kami juga pergi mengunjungi situs patung Budha tidur Maha Vihara Majapahit tidak jauh dari museum baru. Sekitar 300 meter yang terletak di Ds. Bejijong Kec. Trowulan. Situs patung Budha tidur ini terletak di kawasan museum lama. Sama halnya dengan museum baru, disini tiket juga suka rela loo #murahmeriah dengan syarat Ga Boleh Berisik !!. eits, jangan salah Maha Vihara ini terbuka untuk umum. Jadi yang Non Budha ga usah ragu dateng kesini.

Konon katanya Patung Budha Tidur ini terbesar ke 3 di Asia !!! yang pertama ada di nepal, kedua di thailand, dan ketiga di INDONESIA. Dengan panjang 22 meter, tinggi 6 meter dan lebar 4,5 meter (copas dari google) jangan nyangka saya ngukur pake meteran yah :D. Dimana patung tersebut tidurnya mirip tidur yang disunnahkan Rasulullah Nabi Muhammad SAW, menghadap kanan dengan posisi jantung diatas kepala. Mengapa posisi patung Budha ini tidur? Ternyata  dari beberapa sumber disebutkan posisi tidur ini menggambarkan posisi Budha saat parinibanna (duh apa ini). Dimana Sang Budha digambarkan seperti sang penguasa hutan yakni singa yang sedang tidur. Kemudian ada pula yang menyebutkan posisi ini adalah posisi meditasi sang Budha.Sumber lain menyebutkan posisi Budha tidur ini menggambarkan wafatnya sang Budha Gautama, dan kolam teratai  berada di sekitar patung ini menggambarkan laut dimana abu sang Budha Gautama larung. 
Vihara utama dengan 12 patungnya
dan ibuuk dengan posenya yang cethar membahana \(´▽`)/


Patung Buddha Tidur
Oh ya fyi aja nih, selain di Trowulan mojokerto, patung Budha tidur ini juga terdapat di Malang dan Semarang. di belakang Vihara utama ada miniatur Candi Borobudur hanya saja karena buru - buru perut udah laper jadi ga sempet jepret deh :D. Sepanjang perjalanan menuju situs ini kita juga akan menemui beberapa candi - candi jejak kekuasaan Majapahit seperti, candi Brahu, Candi Gentong. Liburan alternatif yang murah meriah dan juga melestarikan serta mengenal budaya leluhur, cuss kesana yuk ! (^o^)

Ini hasil dari kelaperan saya, Bakso Stasiun Mojokerto dijamin yummy (˘ڡ˘)

Oke selamat tidur lagi yaa, saya juga sudah ngantuk eh lupa ga boleh tidur dulu deng, tugas masih numpuk
(( _ _ ))..zzzZZ 



Related Posts

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...